Minggu, 27 April 2014

Tugas softskill


PEMBUATAN BOLA WOOD BALL GAME DENGAN BAHAN SERBUK KAYU YANG DIPERKUAT DAN DIPROSES DENGAN TEKNOLOGI KOMPOSIT

Pada postingan kali ini saya akan membuat resume mengenai jurnal yang saya ambil dari link ://www.polines.ac.id/.../jurnal/jurnal_teknis_1336632518.pdf . Resume ini sebagai bagian dari tugas softskill yang diberikan. Jurnal ini berisi mengenai pembuatan bola wood ball game dengan menggunakan bahan serbuk kayu dengan menggunakan teknologi komposit.

Peralatan yang dipergunakan dalam olahraga wood ball adalah bola (ball), pemukul (mallet), dan gawang (gate). Semua perlengkapan yang digunakan dalam olahraga wood ball ini sudah memiliki standar yang diatur oleh International Woodball Association (IWbA).

Peraturan standar tersebut adalah
-          Ukuran bola kayu harus berdiameter 95 milimeter dengan toleransi sebesar ± 2 milimeter
-          Berat bola kayu sebesar 350 gram dengan toleransi sebesar ± 60 gram
-          mallet dan gate yang masing-masing memiliki toleransi ukuran sebesar ± 5 milimeter

Kebutuhan material kayu untuk membuat satu set perangkat wood ball adalah 0,01 m3 kayu kelas 1 (misal : bangkirai, mahoni, jati, dan lain-lain). Kebutuhan kayu tersebut diasumsikan tidak terdapat kerusakkan atau cacat pada bahan baku kayu. Tetapi apabila terdapat kerusakkan atau cacat pada kayu bahan baku peralatan wood ball, maka kayu tersebut tidak dapat dipergunakan sebagai bahan baku pembuat peralatan wood ball. Kenyataan yang ada pada saat proses pembuatan peralatan wood ball adalah ditemukan cacat bawaan atau retak/pecah yang terdapat pada bagian dalam kayu yang tidak terlihat pada bagian luar kayu. Apabila hal ini terjadi maka akan sangat banyak bahan baku kayu yang akan terbuang sia-sia.

Hal ini masih diperburuk dengan sifat alami kayu yang sangat peka terhadap perubahan kondisi alam, sehingga peralatan woodball terutama bolanya, akan berubah bentuk dari bulat menjadi sedikit lonjong (oval). Bila hal seperti ini terjadi, maka bola tersebut tidak dapat dipergunakan lagi dan harus diganti.

Apabila kebutuhan kayu untuk peralatan olahraga woodball ini dikaitkan dengan daya dukung dan ketersediaan kayu di alam yang semakin menurun, maka seiring dengan berjalannya waktu olahraga woodball akan menjadi olahraga yang mahal karena kayu keras semakin langka. Terlebih lagi apabila dikaitkan dengan isu pemanasan global yang salah satu pencegahannya adalah dengan memperluas hutan yang ada, maka kesinambungan hidup olahraga ini akan terancam.

Teknologi biokomposit dapat dipergunakan untuk mencoba mengatasi persoalan kelangkaan kayu sebagai bahan baku peralatan olahraga woodball. Dengan teknologi ini akan dapat diciptakan material yang yang memiliki karakteristik kayu dan bahkan lebih baik. Teknologi ini pada umumnya digunakan untuk menggabungkan 2 (dua) jenis material alami atau lebih menjadi material baru. Syarat utama dalam pengaplikasian teknologi biokomposit ini adalah salah satu material harus memiliki wettability (sifat mampu basah) yang baik sehingga material ini akan dapat dibungkus secara keseluruhan oleh material pengikat. Serbuk kayu yang telah terbungkus material pengikat ini kemudian dikompaksi dengan tekanan tertentu agar menyatu dengan kuat untuk kemudian dikeringkan dengan pemanasan pada temperatur tertentu. Karena serbuk kayu merupakan biomaterial yang memiliki sifat wettability terbaik maka teknologi biokomposit akan dapat diterapkan dalam penelitian terapan ini.



Bahan dan Alat Yang Dipergunakan dalam penelelitian ini adalah :
a.       Serbuk kayu dari berbagai jenis kayu (jati, kamfer, bangkirai, dan lain-lain) yang ada di pasaran.
b.      Material matriks alami yang berasal dari getah tumbuh-tumbuhan maupun material matriks sintetis.


Peralatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah :
a.       Timbangan Sartorius dengan ketelitian 0,001 gram
b.      Ayakan serbuk dengan spesifikasi ASTM mesh 60, mesh 70, dan mesh 80.
c.       Cetakan bentuk bola yang terbuat dari baja S45C dengan ukuran yang sesuai standar IWbA.
d.      Peralatan hot pressing dengan kontrol temperatur.
e.       Alat uji impak Armfield


Dari serangkaian kegiatan mengenai pembuatan bola wood ball game dapat disimpulkan bahwa :
1.    Material terbaik yang dapat dipergunakan untuk membuat bola permainan wood ball dari komposit serbuk kayu adalah serbuk kayu bangkirai dengan pengikat perekat PVAC
2.    Komposisi yang paling baik untuk membuat bola komposit serbuk kayu dengan perekat PVAC  adalah 70 % kayu dan 30 % perekat.
3.     Proses pembuatan komposit dilakukan dengan cara hot press pada tekanan 100 MPa sampai dengan 200 MPa dan temperatur pengeringan 60 °C.
4.   Hasil penelitian terapan berupa bola permainan wood ball dari komposit serbuk kayu dan perekat PVAC diyakini akan dapat menjadi material alternatif dengan nilai ekonomi yang baik dan lebih melestarikan lingkungan.
5.      Politeknik Negeri Semarang dapat menjadi sentra penelitian dan pengembangan pembuatan peralatan olahraga lainnya yang akan menggunakan material komposit yang terbuat dari limbah gergajian kayu di wilayah Jawa Tengah.

Selain kesimpulan diatas, terdapat juga saran untuk membuat bola wood ball tersebut adalah sebagai berikut :
1. Kehalusan permukaan cetakan bola wood ball game yang terbuat dari baja S45C sangatmempengaruhi produktifitas pembuatan bola komposit.
2.      Metode pembuatan bola wood ball komposit dengan cara hot press ternyata kurang produktif. Agar produktifitas lebih meningkat dapat dilakukan dengan metode injeksi dengan beberapa cetakan bola sekali proses.

Sumber :

0 komentar:

Posting Komentar